Larangan Berburuk Sangka, Mencari Kesalahan, dan Menggunjing Orang Lain

April 16, 2011, Category: AGAMA, ISLAM, KHUTBAH · Leave a Comment

Oleh : Ust. Mubarok Abie Fadhli, S.Ag

Ada sebuah kisah yang merupakan asbabun nuzulnya sebuah ayat Al-Qur’an. Disebutkan mengenai dua orang sahabat Nabi s.a.w. Pada suatu ketika berpergian/musafir,  Nabi Muhammad s.a.w. senantiasa mengatur tiap dua orang kaya dititipi sahabat yang tidak punya harta supaya yang miskin dapat dibantu dan ikut makan bersama keduanya. Saat itu, Salman al-Farisy yang tergolong miskin, dititipkan kepada dua orang kaya dan pada hari itu Salman tidak membantu menyediakan keperluan kedua kawannya itu, lalu disuruh oleh keduanya: “Pergilah kepada Nabi s.a.w. minta untuk kami sisa-sisa daging dan lauk pauk.”

Maka pergilah Salman, tetapi ketika Salman baru saja berangkat tiba-tiba kedua orang itu berkata: “Orang itu kalau dia pergi ke sumur niscaya akan berkurang airnya.” Maka ketika telah sampai kepada Nabi s.a.w. Salman berkata kepada Nabi s.a.w. apa yang diminta oleh kedua kawannya itu. Tiba-tiba Nabi s.a.w. bersabda: “Beritahu kepada keduanya bahwa kamu berdua telah makan daging.” Dan ketika disampaikan oleh Salman apa yang disabdakan oleh Nabi s.a.w.

Maka segeralah keduanya pergi berjumpa Nabi s.a.w. dan berkata: “Kami tidak makan daging.” Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: “Saya telah melihat merahnya daging dalam mulutmu berdua.” Mereka berdua berkata: “Kami tidak punya daging dan tidak makan daging pada hari ini.” Maka Nabi s.a.w. bersabda: “Kamu telah membicarakan saudaramu (ghibah), apakah kamu suka makan daging orang mati?” Jawab keduanya: “Tidak.” Maka Nabi s.a.w. bersabda: “Sebagaimana kamu tidak suka makan daging orang mati maka jangan membicarakan kejelekkan orang lain sebab siapa yang ghibah pada kawannya berarti makan dagingnya.”

Kisah dan riwayat di atas merupakan asbabun nuzul ayat 12 Surat Al-Hujuraat :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (١٢)

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Menurut ayat tersebut, ada 3 perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah SWT.

1.    Orang Islam dilarang selalu berburuk sangka kepada saudara muslim lainnya, karena sebagian dari buruk sangka itu dosa. Bahkan Rasulullah SAW menyebut buruk sangka sebagai perkataan paling dusta.

2343 – رسـول اللّه (ص ) : ايـاكـم والـظـن , فـان الـظـن اكـذب الـحـديـث , ولا تحسسوا, ولاتجسسوا

“Rasulullah SAW bersabda,”jauhilah olehmu buruk sangka karena buruk sangka itu perkataan paling dusta, janganlah kamu memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain…”

Oleh karena itu, bila kita ingin selamat dari dosa buruk sangka, maka lebih baik kita senantiasa berbaik sangka kepada orang lain. Sekalipun orang tersebut kenyataannya melakukan perbuatan buruk. Dan perbuatan buruknya harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

2.    Orang Islam dilarang tajassus, mencari-cari kesalahan dan keburukan orang lain. Allah SWT Maha Mengetahui setiap perbuatan seseorang. Ketika seseorang melakukan keburukan maka Allah SWT yang akan membalasnya.

2345 – عـنه (ص ) : يَا معْشرَ مَنْ اَسْلَمَ بلسَانِه وَلَمْ يُسْلِم بِقَلْبِه , لَاتَتَّبِعُوا عَثَراَتِ المُسْلِمِين , فَانَّه مَنْ تَتَّبِعَ عَثرَاتِ المُسْلِمين تَتَّبِعَ اللّهُ عَثَرتَه , وَمَنْ تَتَّبِع اللّهُ عَثرَتَه يَفْضَحُهُ

Dari Rasulullah SAW,“Wahai kebanyakan orang yang Islam hanya lisannya dan tidak Islam hatinya, janganlah kalian mencari-cari kesalahan muslimin lainnya, sesungguhnya siapa yang mencari-cari kesalahan muslimin lainnya maka Allah akan mencari-cari juga kesalahannya, dan siapa orang yang Allah cari-cari kesalahannya, niscaya Allah akan membuka segala kesalahannya.”

3.    Orang Islam dilarang berbuat ghibah/menceritakan kejelekan/gossip dan semacamnya. Karena perbuatan ghibah sama dengan makan bangkai saudaranya sendiri, sebagaimana pada kisah di awal tadi.

Ada sebuah riwayat mengenai pengertian ghibah, yang berasal dari Abu Dzar.

قال أبو ذر : قُلْتُ : ” يَا رَسُولَ اللَّهِ وَ مَا الْغِيبَةُ ؟
قَالَ : ” ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ “

Ya Rasulullah, apa yang disebut ghibah ? Jawab Nabi SAW,”menceritakan saudaramu yang tidak disukainya.”

قُلْتُ : ” يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنْ كَانَ فِيهِ الَّذِي يُذْكَرُ بِهِ ؟

Ya Rasul, kalau yang diceritakan itu benar adanya ?


قَالَ : ” اعْلَمْ أَنَّكَ إِذَا ذَكَرْتَهُ بِمَا هُوَ فِيهِ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ ، وَ إِذَا ذَكَرْتَهُ بِمَا لَيْسَ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Rasul SAW bersabda,”ketahuilah bahwa bila kamu menceritakan saudaramu benar adanya itu namanya ghibah, tapi bila kamu menceritakan keburukan yang tidak ada pada saudaramu, berarti kamu membuat kebohongan.”


  • Disampaikan pada khutbah Jum’at di Masjid Nurul Huda, Jl. Damai Larangan-Tangerang, tanggal 15 April 2011/11 Jumadil Ula 1432 H.

Keyword ke mubarokonline.com:

larangan menggunjing (58),hadits tentang larangan menggunjing (48),hadist tentang menggunjing (45),hadits tentang menggunjing (44),menggunjing orang lain (34),hadist tentang menggunjing orang (28),dosa berburuk sangka (28),larangan berburuk sangka (27),hadits tentang larangan berburuk sangka (24),dalil larangan menggunjing (23)

Related posts:

  1. Mendambakan Ketenangan Hati

Related Posts

  • Mengenal As-Shuffah: Semangat Belajar dan Kesederhanaan Ahli Shuffah (Bag 3)
  • REPUBLIKA.CO.ID,  Dr Akram Dhiya Al-Umuri dalam Shahih Sirah Nabawiyah,  mengisahkan, para ahli Shuffah mencurahkan perhatiannya untuk mencari ilmu. ‘’Mereka beritikaf di Masjid Nabawi untuk beribadah dan...

  • wpid-qunutas200200.jpgHukum Do’a Qunut Witir
  • Penyebab Ilmu Jadi Bumerang Jahat Bagi Pencarinya

     Di pagi ini, kami mendapatkan pelajaran menarik dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdilllah bin Baz rahimahullah. Beliau memberikan faedah menarik bahwa orang yang berilmu bukanlah hanya...

  • Pelajaran Mulia Dari Nabi Ibrahim Dengan Imbalan Kamar Surga
  • Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan ora sahabatnya serta orang-orang yang meneladani mereka dengan baik hingga...

  • Kerja di Arab Saudi, Insinyur Italia Memeluk Islam
  • REPUBLIKA.CO.ID, Seorang warga negara Italia yang tengah bekerja di arab Saudi memutuskan masuk Islam setelah sekitar sejam berkomunikasi dengan pelajar Muslim terkait kerja sama bisnis lokal. Demikian...