Melacak Jejak Tiberia: Danau dan Kota Tiga Agama (Bag 2)

October 14, 2013, Category: ISLAM · Leave a Comment

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut Al-Muqqadasi, ketika dikuasai peradaban Islam, di kota itu terdapat masjid yang luas dan indah yang berdiri di pusat perdagangan. Lantainya dari kerikil dan batu yang disusun rapat. Di zaman kekuasaan Islam, kata dia, orang-orang yang menderita kudis atau borok dapat datang ke Tiberia dan berendam di air panas selama tiga hari. “Setelah itu lakukanlah pada musim semi ketika airnya dingin. Maka mereka menjadi sembuh.”

Pada 1220, ahli geografi dari Suriah, Yakut, menulis Tiberia sebagai kota yang kecil, panjang, dan sempit. Ia juga menggambarkan tentang mata air panas dan asin. Kota itu merupakan bekas kuburan kuno. Hal ini dianggap najis oleh bangsa Yahudi, sehingga mereka tidak mau tinggal di sana. Antiras memaksa sebagian dari orang Yahudi yang berada di Galilee untuk tinggal di kota tersebut. Namun selama beberapa tahun berikutnya, orang-orang Yahudi ini dijauhi.

Kota ini diatur oleh 600 dewan kota dan 10 komite hingga tahun 44 Masehi, ketika prokurator Roma menguasai kota setelah kematian Raja Agripa I. Pada 61 Masehi,  Agripa II merebut kota tersebut dan menjadikannya bagian dari daerah kekuasaannya. Namun perang yang berlangsung antara Yahudi dan Romawi membuat kota ini menjadi salah satu pusat orang-orang Yahudi.

Selama Perang Salib yang pertama kota ini diduduki oleh kaum Frank, segera setelah penaklukan Yerusalem. Lalu diberikan kepada Tancred yang menjadikan Tiberia sebagai pusat kota dari Kerajaan Galilee. Daerah itu sering disebut sebagai Kerajaan Tiberia.

Sebuah hadis yang disampaikan Ibnu Asakir dari Damaskus mengatakan bahwa nama Tiberia merupakan salah satu dari ‘empat kota neraka’. Hal ini menunjukkan fakta bahwa pada saat itu kota ini memiliki populasi non-muslim yang sangat banyak.

Pada awal abad ke-20 komunitas Yahudi di daerah tersebut mencapai 50 keluarga.  Dan pada saat yang sama sebuah manuskrip Torah ditemukan di sana. Pada 1265,  pasukan Tentara Salib diusir dari kota tersebut oleh Dinasti  Mamluk. Dinasti Islam itu  menguasai Tiberia hingga akhirnya ditaklukan oleh Kekhalifahan Turki Usmani.

Di bawah pemerintahan Sultan Selim I, wilayah kekuasaan Turki usmani membentang hingga pantai selatan Mediterania. Banyak sekali orang Yahudi-yang melarikan diri karena takut akan kekuatan Ottoman. Pada 1558, seorang Portugis, Dona Gracia, mengumpulkan pajak dari Tiberia dan desa-desa di sekitarnya atas nama Sulaiman yang Agung.

Dia berusaha untuk membuat kota tersebut menjadi tempat perlindungan yang aman bagi Yahudi dan dapat membuat otonomi Yahudi di sana. Sepupunya. Pada 1561 keponakannya, Josef Nasi, menjadi raja di Tiberia dan mendorong Yahudi untuk tinggal di sana.

Berdasarkan kondisi geografisnya, Tiberia sangat rentan terguncang gempa. Sejarah mencatat gempa pernah terjadi di Tiberia sebanyak 16 kali, yaitu pada  30, 33, 115, 306, 363, 419, 447, 631, 1033, 1182, 1202, 1546, 1759, 1837, 1927 dan 1943. sebanyak 600 orang termasuk 500 Yahudi meninggal pada gempa di Tiberia tahun 1837. Namun kota tersebut kembali diperbaiki dan pada tahun 1842 terdapat setidaknya 4 ribu penduduk yang terdiri dari Yahudi, Turki, dan orang Kristen.

 Pada 1863,  tercatat penduduk yang beragama Islam dan Kristen hanyalah sepertiga dari total penduduk yang berjumlah sekitar 3.600 orang. pada 1902 terdapat 4.500 penduduk Yahudi dan 1.600 Muslim dari total 6.500 penduduk. Sisanya beragama Kristen.

Sebuah teater Romawi yang berumur 2.000 tahun ditemukan di bawah tanah di dekat gunung Bernike di bukit Tiberias. Terdapat lebih dari 7.000 ribu penduduk di dalamnya. Penggaliaan di dekat pantai menemukan koin dengan gambar Yesus di satu sisi dan tulisan Yunani di sisi lain.

View the original article here

Related posts:

  1. Melacak Jejak Tiberia: Danau dan Kota Tiga Agama (Bag 1)
  2. Melacak Jejak As-Suwaida: Kota Bangsa Nabath (Bag 2)
  3. Melacak Jejak Daquqa: Kota Dinasti Annazid (Bag 3-habis)
  4. Melacak Jejak Daquqa: Kota Dinasti Annazid (Bag 1)
  5. Melacak Jejak Al-Habasyah: Negeri Tujuan Hijrah Pertama (Bag 3-habis)

Related Posts