Pengusaha Kurma AS Incar Pasar Indonesia

April 6, 2011, Category: BISNIS · Leave a Comment

Buah kurma.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha kurma Amerika Serikat (AS) siap tingkatkan volume penjualan di pasar Indonesia. 

Hal ini disampaikan oleh CEO dan Presiden Datepac LLC Edward O’Malley sebagai salah satu dari 20 pengusaha AS yang datang dalam rangka mewujudkan Comprehensive Partnership yang ditandatangi oleh Presiden Obama dan Susilo Bambang Yudhoyono, November 2010.

“Kamu harus datang langsung, maka kamu dapat mengerti pasar. Kami juga mau memastikan suplai untuk Indonesia sehingga kami tidak kehabisan,” jelasnya kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/4/2011), yang merupakan tujuan keikutsertaannya dalam delegasi pengusaha AS.

Edward pun menambahkan, bekerja sama langsung dengan para importir yang merupakan orang lokal (Indonesia) akan membantu memahami dan menyesuaikan regulasi pasar Indonesia.

“Saya pikir itu (potensi Indonesia sebagai pasar) sangat bagus. Itu sebabnya saya datang ke sini secara pribadi sebagai presiden perusahaan. Saya ingin datang untuk bertemu dengan orang lokal dan membangun hubungan bisnis,” tuturnya.

Menurutnya, dengan mengutamakan hubungan bisnis secara langsung dengan importir, dapat memotong biaya distribusi.

Perusahaan Datepac, yang berdiri pada Agustus 2002, sendiri merupakan bagian pengepakan dan pendistribusian dari komoditas kurma Medjool yang diproduksi oleh perusahaan perkebunan sendiri, dengan nama Bard Valley, yang letak perkebunannya berada di California dan Arizona.

Mengenai komoditas, Edward menyebutkan, kurma Medjool berbeda dengan kurma khas Timur Tengah. “Kurma Medjool merupakan kualitas tertinggi. Lembut, manis, dan kaya nutrisi,” katanya.

Ke depannya, Datepac akan berusaha meningkatkan volume perdagangannya di Indonesia dengan target pertumbuhan 20 persen per tahun. “Indonesia menjadi salah satu dari empat besar tujuan ekspor kami setelah Australia dan Canada,” tuturnya.

Ia menyebutkan, volume ekspor ke Indonesia mencapai 10 kontainer per tahun, yang telah dimulai sejak lima tahun lalu. Untuk ekspor, Datepac hanya memasarkan 40 persen produknya ke luar AS sehingga produksinya lebih dipasarkan ke pasar domestik.

Pemasaran kurma Medjool pun telah masuk ke dalam sejumlah supermarket, seperti Carrefour. Dan, akan ditingkatkan volume ekspornya hingga 20 kontainer dan bisa lebih menjelang Ramadhan.

Seperti yang telah disebutkan, Edward merupakan salah satu delegasi dari 20 perusahaan AS yang sedang mengadakan kunjungannya ke Indonesia hingga dua hari mendatang (7/4/2011). Namun, kunjungan bisnis kali ini hanya ditujukan untuk sektor pertanian. Sent from Indosat BlackBerry powered by

View the original article here

Keyword ke mubarokonline.com:

importir kurma (65),importir kurma di jakarta (23),kurma amerika (20)

No related posts.

Related Posts

  • 3,2 Juta Wajib Pajak Baru
  • FX. Laksana Agung S | Robert Adhi Ksp | Selasa, 10 Januari 2012 | 12:28 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com — Sensus pajak nasional pada 2011 menjaring 626.000 wajib...

  • BPK: Stimulus Fiskal Tidak Efektif
  • JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK melaporkan pengalokasian anggaran dan pemilihan program atau kegiatan Stimulus Fiskal belanja infrastruktur tahun 2009, yang merupakan satu bagian...

  • Inilah BUMN Berpendapatan Tertinggi 2010
  •  SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

    JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Mustafa Abubakar membeberkan 26 perusahaan BUMN yang mencapai pendapatan tertinggi sepanjang 2010.

    Pada ranking teratas diraih PT Pertamina (Persero) sebesar Rp...

  • Bisa Atur Beban Listrik Dapat Insentif
  •  KONTAN/MURADI Ilustrasi: Para staf pengajar tidak hanya memiliki potensi akademis, tetapi juga pengalaman di lapangan selama bekerja di PLN dan perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan...

  • wpid-wrongleadershipdl200200.gifKesalahan Pemimpin Yang Mematikan
  • Lintas Berita